Bahaya Luka Pada Anak Yang Ringan Namun Dibiarkan

Bahaya Luka Pada Anak Yang Ringan Namun Dibiarkan

Belajar adalah kewajiban pokok bagi seorang anak yang masih di bangku sekolah. Jika di rumah ada kewajiban lain yaitu membantu orang tua dalam pengerjaan rumah. Mencuci, mengepel atau apapun yang menjadi perintah orang tuanya. Tetapi, ada satu kegiatan yang selalu dinomorsatukan seorang anak. Apalagi ketika anak yang masih berusia kanak-kanak yakni lima sampai 10 tahunan atau sampai tamat SD, yaitu bermain.
Di usia tersebut anak-anak memang sangat menikmati dunia mainnya, baik itu bermain di dalam rumah, tetangga ataupun lingkungan sekitar rumah. Yang namanya bermain, tentu tidak hanya tertawa cekikikan saja atau main boneka bagi perempuan sedangkan anak lelaki main gambar. Lebih seringnya lagi anak-anak bermain petak umpet sambil lari-larian atau saling panjat pohon. Nah, ini yang akan menjadi masalah ketika mereka terjatuh dan mengalami luka.

anak terluka

 

Sebagai orang tua, pasti kuatir jika melihat anaknya terluka, walaupun luka yang terjadi akibat dari bermain. Karena pada usia tersebut memang dunia anak sangat dominan dengan bermain. Itu sebabnya orang tua tidak bisa melarang anak-anak agar tidak bermain. Yang terpenting orang tua tetap mengawasi kegiatan anak dan harus siap ketika anak mengalami luka, sekalipun hanya luka ringan tetap saja tidak boleh dibiarkan karena akan berbahaya.

Bahaya-bahaya luka pada anak jika dibiarkan

Mengganggu Konsentrasi
Meskipun luka ringan seperti lecet ataupun memar, jika dibiarkan saja pasti akan berpengaruh pada tingkat konsentrasi anak dalam berpikir. Orang tua tidak boleh membiarkan hal ini terjadi. Karena rasa nyeri luka pada anak akan dirasakan secepat-cepatnya dua puluh jam dari kejadiannya. Itu sebabnya harus segara ditangani agar tidak mengganggu konsentrasi anak.
Segera bersihkan luka dengan air bersih yang mengalir. Kemudian keringkan luka dan obati dengan obat merah. Jika luka cukup dalam, jangan biarkan terbuka terlalu lama agar luka tetap steril.

Lama Sembuhnya
Yang namanya luka, walaupun itu luka ringan tetap tidak boleh dibiarkan saja menunggu agar sembuh. Kita sebagai manusia wajib berusaha dengan maksimal. Kenapa bisa lama sembuhnya? Karena luka butuh pengobatan, membunuh virus atau bakteri yang jahat yang ada di luka tersebut.
Hal ini jelas sangat berpengaruh untuk penyembuhan luka agar lebih cepat daripada membiarkan luka sembuh sendiri.

Luka Semakin Memburuk
Luka di bagian tubuh manapun tentu harus diobati, jika tidak segera diobati akan berdampak pada tingkat penyembuhan luka menjadi lebih lama. Luka yang dibiarkan terbuka bisa saja malah terinfeksi dengan bakteri maupun kuman sehingga menyebabkan penyakit yang lain, misalnya tetanus. Jika infeksi semakin parah bisa jadi juga malah mengancam keselamatan anak.
Selain itu, luka ringan yang tidak kunjung sembuh juga bisa menjadi indikasi bahwa ada penyakit lain yang bersarang pada tubuh anak. Hal yang paling buruk adalah penyakit diabetes melitus tipe basah yang menyebabkan luka susah kering. Maka dari itu orangtua harus memperhatikan kondisi luka anak, terutama penanganan pertama atas luka tersebut.

Trauma
Salah satu bahaya ketika orangtua membiarkan luka tidak segera ditangani tentu akan berpengaruh pada psikis kejiwaan anak. Si anak akan mengalami trauma dengan lukanya tersebut. Seperti jika luka akibat jatuh dari sepeda, anak akan mengalami trauma yang berkepanjangan sehingga tidak ada keinginan lagi untuk bermain menggunakan sepeda.
Tujuan dari penjelasan di atas untuk menghindari terjadinya dampak negatif dari luka pada anak jika dibiarkan saja dan tidak segera ditangani. Semoga bermanfaat untuk para orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: