Kenali Rotavirus Penyebab Diare Pada Anak

Kenali Rotavirus Penyebab Diare Pada Anak

Diare pada anak merupakan salah satu penyebab kematian anak usia di bawah 5 tahun urutan kedua setelah pneumonia di Indonesia. Penyebab utama diare tesebut adalah rotavirus. Rotavirus sendiri merupakan virus yang dapat menginfeksi saluran pencernaan anak. Anak dapat terserang rotavirus lebih dari satu kali, awal infeksi pertama kali merupakan yang berbahaya.

rotavirus penyebab diare pada anak

Virus Rotavirus

Menurur Dr. Badriul Hegar,Sp.A (K) yang merupakan konsultan gastrohepatologi anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, mengatakan bahwa rotavirus akan merusak usus, sehingga makanan susah diserap, vitus ini juga yang akan menyebabkan diare berat. Penyebaran rotavirus sangat mudah, dan penularannya terjadi bila kontak dengan tinja anak yang terinfeksi. Contohnya ketuka orang tua atau pengasuh yang mengganti popok bayi.

Virus dapat mudah berpindah ke tempat lain jika tidak segera mencuci tangan menggunakan sabun. Gejala setelah virus tertular, diperlukan waktu 1 atau 3 hari sebelum muncuk gejala. Gejala awal adalah muntah, kemudian diikuti dengan deman dan diare. Cara membedakan diare karena rotavirus dan bakteri adalah melihat bokong anak menjadi kemerahan dan juga tinjanya berbau asam.

Pemeriksaan Tinja Untuk Diagnosis

Memeriksa tinja diperlukan untuk menentukan diagnosis diarenya. Anak yang terinfeksi rotavirus akan mengalami diare yang berat, menyebabkan cairan yang keluar sangat banyak. Diare ini diikuti dengan muntah sehingga menyebabkan anak dehidrasi dengan cepat. Dehidrasi rentan menyebabkan kompilasi lainnya.

Pengobatan Diare oleh Rotavirus

Rotavirus merupakan suatu bakteri penyebab diare pada anak-anak yang dapat ditulakan melalui anus ke mulit. Virus ini bisa bertahan 10 hari dengan gajala seperti mual, muntah, dan nyeri pada perut, dan terkadang disertai dengan demam. Dalam periode ini virus dapat dengan mudah menular dan menyebar pada anak ketika ada nya kotak pada tangan dan mulut.
Biasanya anak terinfeksi ketika mereka menyentuh benda yang sudah terkontaminasi, termasuk minuman dan makanan atau lainnya. Penularannya terjadi melui kontak dengan tinja yang terinfeksi, misalnya saja orangtua atau pengasuh yang mengganti popok bayi. Virus dapat berpndah ketempat lain jika tidak dicuci dengan sabun.
Jika Diare disebabkan oleh rotavirus yang berasal dari virus maka pengobatannya tidak membutuhkan antibiotik. Infeksi yang disebabkan oleh virus biasanya akan sembuh dalam waktu 7 hari. Dan yang terpenting jangan sampai anak kekurangan cairan tubuh. Anda harus memberikan nutrisi yang baik untuk memperbaiki epitel usus yang dirusak oleh virus. Pemberian zinc juga dibutuhkan untuk kasus diare akut dan cair.

Untuk pemberian suplemen zinc, anda dapat memberikan selama 10. Hal ini akan mecegah diare yang berulang dalam waktu 3 bulan. Diare dapat dicegah dengan vaksinasi, untuk melakukan vaksinasi dimulai sejak bayi usia dua bulan. Untuk pencegahan lainnya anda dapat membiasakan mencuci tangan dengan air mengalir hingga bersih.

Gejala Diare
Pada anak penderita diare akut, biasanya kondisi akan segera pulih setelah 5 hari. Namun jika diare melebihi 5 hari hingga 2 bulan, maka sebaiknya periksa ke dokter. Diare berkepanjangan dipicu oleh gejala akibat penyakit lain. Selain gejala mual dan muntah, biasanya tinja yang keluar mengalami pendarahan didalam anus.

Pencegahan

Mengajarkan pola hidup sehat pada anak dapat mencegah timbulnya kembali diare pada anak. Selain itu, ajarkan anak untuk rajiin mencuci tangan sebelum makan dan setelah kekamar kecil. Untuk Anda cobalah mencuci semua peralatan dapur serta bahan masakan sebelum digunakan, agar terbebas dari virus rotavirus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: